Saturday, April 29, 2006

Kapolwil yang Minta Maaf Pujiono Kukuh Mengaku Benar

CIREBON - Diminta meminta maaf karena dianggap tidak etis memperlakukan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, Kapolres Cirebon AKBP Drs H Pujiono Dulrachman tetap tidak bergeming. Hal itu diperlihatkan Pujiono saat disambangi untuk kedua kalinya oleh puluhan pekerja pers Cirebon, kemarin (28/4). Mantan Kapolres Sukabumi ini, justru menyalahkan wartawan dengan dalih bertanya tanpa mematuhi adat ketimuran. "Bertanya kok menuduh begitu," tukasnya enteng di hadapan puluhan wartawan. Diakui Pujiono, karena pertanyaan yang "menuduh" itulah, dirinya menjadi berang. Sepatah kata tentang permohonan maaf, samasekali tidak dilontarkan polisi dengan dua melati di pundak ini. Jangankan meminta maaf, disodori megaphone oleh wartawan agar Pujiono bisa melakukan klarifikasi agar permasalahannya selesai, samasekali tidak dihiraukannya. "Kalau mau dialog, silakan ke ruangan saya. Saya sudah ajak baik-baik lho, kalau nggak mau ya terserah," tandasnya. Di sini, beberapa anak buah Pujiono tampak tegang. Bahkan, ada yang mengancam akan menangkap wartawan dengan alasan melakukan unjuk rasa tanpa pemberitahuan. Mendapat kalimat ancaman itu, sebagian wartawan sempat tersulut emosi. "Ini sebuah arogansi baru. Kapolres dengan anak buahnya sama saja," teriak wartawan. Adu mulut dan aksi saling dorong tak bisa dihindari. Namun beruntung, tak sampai melebar lebih jauh setelah masing-masing pihak bisa menahan diri.Tak lama kemudian, Kapolwil Cirebon Kombes Pol Drs Bambang Puji Rahardjo, tiba di tengah-tengah wartawan dan langsung menjadi penengah. Sebagai pimpinan, Bambang dengan sikap bijak dan rendah hati justru menyampaikan permintaan maafnya kepada wartawan. "Sebagai pimpinan, saya minta maaf," ucap Bambang disambut aplaus wartawan. Saat penyampaian maaf, Pujiono berdiri di belakang Bambang. Sayangnya, tentang sikap Pujiono terhadap wartawan, Bambang justru terkesan melakukan pembelaan. "Itu situasional, mungkin lagi ada masalah. Saya mungkin kalau main golf lalu kalah, ketemu wartawan mungkin tidak mau menyapa," jelas Bambang mengumpamakan.Sesudahnya, Bambang mengajak berdialog. Sejumlah wartawan TV sempat melontarkan beberapa keluhan yang dianggap sebagai sebuah arogansi dari seorang Pujiono. "Saya pernah menghubungi Kapolres, meminta izin meliput untuk sebuah rubrik di TV. Tapi, beliau tidak mengizinkan bahkan mengatakan tidak butuh wartawan," ucap Khaerudin Imawan dari TV7. Mendapat keluhan itu, Pujiono kembali menjawab dengan sekenanya dan membela diri. Karena Pujiono tetap tak mau minta maaf, wartawan kemudian membacakan pernyataan sikap. Ada empat poin penting, diantaranya mengecam keras tindakan Pujiono yang telah bersikap arogan terhadap wartawan yang mengakibatkan tugas wartawan menjadi tidak aman dan terancam, Pujiono harus mengklarifikasi sikap dan perilakunya yang telah melecehkan profesi wartawan, Pujiono diminta dengan kesadaran yang tulus untuk meminta maaf kepada semua wartawan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, serta aksi ini murni dilakukan Forum Wartawan Cirebon (FWC) sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama wartawan yang dilecehkan oleh Pujiono. "Poin terakhir, dan ini perlu dicatat, kami tidak bertanggung jawab atas pemanfaatan aksi ini dalam bentuk apa pun dan oleh pihak mana pun," ungkap Asna Boson Sugiana dari Radar Cirebon. Sekadar diketahui, puluhan wartawan yang tergabung dalam FWC dan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Indramayu ini, mendatangi halaman Mapolres sekitar pukul 10.30, dan langsung disambut Wakapolres Kompol Nurhadi Handayani, Kasat Reskrim AKP Nanang SP, Kabag Bina Mitra Kompol Dadang dan sejumlah perwira lainnya. Selain berorasi, puluhan spanduk bernada kecaman dibentangkan sepanjang berlangsungnya demo. (rsd)

No comments: