Kehidupan ....
penuh dengan segala cobaan dan tantangan, kita hidup di dunia ini d beri cobaan, di mana kita harus selalu bisa menahan kesabaran itu. Cobaan yang kita hadapi ketika sudah menjalani hidup ber2 bersama seorang istri akan slalu ada, dan itu pasti terjadi dalam rumah tangga, apapun persoalannya, cobaan akan slalu mengikuti kita, maka dari itu kita wajib untuk bersabar dan selalu berdoa. Persoalan dan cobaan akan terus ada, tidak mengenal tempat,waktu dan siapa orangnya.
Dalam rumah tangga nantinya kita akan ada seseorang di antara dan di tengh2 kita.
Di tahun pertama, kita masih belajar untuk hidup berdua, dan tengah mempersiapkan diri belajar hidup bertiga, dengan kehadiran si buah hati.
Tak ada salahnya di tahun pertama perkawinan ini, kita berdua mulai belajar memupuk minat pada kegiatan yang sama.
Tak perlu cemas bila dalam masa penyesuaian terjadi pertengkaran. Yang penting, temukan cara penyelesaian yang terbaik dan gunakan pengalaman yang didapat untuk menghadapi masalah serupa.
Meski di tahun pertama perkawinan ini kita berdua masih meraba-raba ke mana kehidupan pernikahan ini akan berjalan, ada baiknya kita dan pasangan mulai melihat jauh ke depan.
Tentukan rencana jangka pendek dan jangka panjang; dari jumlah anak yang diinginkan hingga merencanakan keuangan agar anak-anak kelak bisa bersekolah sampai ke jenjang tertinggi.
Tahun kedua, berkompromilah
Memasuki tahun kedua, manisnya masa bulan madu berkurang. Pahitnya konflik akibat perbedaan sifat dan pendapat, mulai terasa. Kita mungkin sempat putus asa, mengapa pasangan jadi semakin menyebalkan?
Tak perlu buru-buru cemas dan berprasangka yang bukan-bukan. Meski belum bisa sepenuhnya menerima perbedaan itu, mulailah belajar saling berkompromi. Konflik biasanya timbul bila masing-masing Kita memiliki harapan dan aspirasi berbeda terhadap pasangan. Jadi, sedapat mungkin saling komunikasikan, apa yang kita harapkan dari pasangan.
Di tahun kedua ini, umumnya Kita berdua sudah jadi ayah dan ibu. Berperan sekaligus sebagai ibu dan istri atau ayah dan suami memang tidak gampang. Istri yang sibuk mengurus anak, jadi sering lupa merawat suami, bahkan dirinya sendiri. Suami juga sering lupa memanjakan istri seperti waktu berpacaran. Karena, semua perhatian, waktu dan tenaga tercurah pada anak.
Jadi, jangan lengah! Meski disibukkan dengan peran-peran ini, tetap usahakan untuk memberi perhatian khusus pada pasangan. Bagaimanapun, setiap manusia butuh untuk merasa tetap dicintai. Ajak pasangan Anda untuk kencan setiap hari Jumat, misalnya. Pada saat itu Anda bisa nonton, main bowling, atau sekadar menikmati secangkir kopi di kafe.
Tapi yang lebih penting, pahami bahwa tak ada satu pun dari kita yang bisa berubah total dalam waktu singkat. Ini akan meringankan hati kita, membuat kita lebih sabar, dalam menghadapi ‘kelemahan-kelemahan' pasangan. Tidak malah saling menyalahkan dan menyudutkan.
Friday, June 30, 2006
Monday, June 12, 2006
tanggung jawab

Sebuah pertarungan yang hebat antara tugas kantor sebagai tanggung jawab profesi dengan tanggung jawab sebagai seorang kepala keluarga, dimana kita dituntut untuk memilah-milah secara profesional. Kita jurnalis dituntut untuk tetap profesional dalam memberikan suatu informasinya yang bisa dipertanggung jawabkan pada seluruh masyarakat. begitu juga kita sebagai seorang kepala keluarga kita juga harus bisa mempertanggung jawabkan atau membagi waktu antara urusan keluarga, pribadi dan urusan luar rumah, kita harus pintar-pintar membagi waktunya. Tugas kita bukan hanya tanggung jawab kepada diri kita sendiri, kantor dan keluarga akan tetapi kita harus bertanggung jawab kepada yang di atas (akherat nanti), karena kita hidup sudah ada yang mengatur, kita hanya berusaha dan berdoa serta menjalankan perintah dan larangannya.
Diri kitalah yang bisa menentukan kemana kita harus melangkah bukan orang lain, kita harus mempunyai sikap dan pendirian, tidak hanya ikut-ikutan saja, kita harus punya prinsip di dalam hidup ini apapun yang kita jalani dan kita lakukan demi tercapainya cita-cita dan khayalan kita di muka bumi ini, kita tetap harus semangat walaupun kita selalu diberi cobaan oleh yang di atas. (21.20 wib, jkt transtv)
Saturday, June 10, 2006
malam minggu 21.45 wib

Malam minggu ini seperti biasa diriku hanya berada di dalam kantor dengan segala kepenatan dan kegundahan yang ada dalam diriku ini.
Dingin....dan hanya di temani dengan suara-suara gemuruh tayangan tanyangan beberapa stasiun tv dari seluruh penjuru dunia.
Tetapi malam ini temen-temen di hibur dengan adanya pertandingan sepak bola piala dunia 2006 di jerman, surok sorai bercampur tegang dan bercampur kesal mereka tetap mengamati tendangan, sundulan dan gocekan dari kaki kaki terampil dan terlatih oleh para bintang dari ke2 team yang sedang berlaga di pentas piala dunia 2006, malam ini yang di siarkan langsung oleh salah satu stasiun tv swasta di jakarta, indonesia.
Malam pun terus berpacu dengan waktu, tak terasa rasa dingin pun masih terasa di dalam gedung nan megah dan penuh dengan kerahasiaan, pertandingan pun telah usai mereka bubar.... dan melangkah entah kemana, langkah kaki mereka melangkah menurut hati dan perasaan hati mereka.
Diriku kini masih berada dalam hentakan-hentakan keyboard komputer kantor menelusuri tuts demi tuts membentuk suatu kalimat demi kalimat hingga menjadi suatu kalimat yang bermakna nan penuh makna.
Galau masih menyelimuti pikiran dan hayalan yang ada di benak kepala diriku, entah berputar untuk mencari apa.....?, perasaan tak menentu entah..... ada apa ....? diriku sendiri tak bisa merasakan dan menentukan ada apa gerangan yang ada di dalam diriku ini.... Ya Allah .... berikan jalan keluar yang baik untuk diriku maupun untuk keluarga ku, selamatkan istri dan anakku yang masih berada di dalam kandungan istriku, semoga keluar dengan selamat dan sehat wal afiat semuanya Amin....
Subscribe to:
Posts (Atom)