Wednesday, August 23, 2006

Galeri foto 2005






kampung keramba di daerah bontang, kalimantan timur
motretnya pakai kamera canon ixus 400 i
@foto by boy komar 2005

Tuesday, August 22, 2006

sungai musi 17 san

pukul 08.00 wib suasana jalanan kota palembang sepi, memang hari itu hari kemerdekaan republik indonesia yang ke 61, tepatnya tanggal 17 agustus 2006. di sudut kota terlihat lenggang, tidak seperti biasa keramaian pun tak terlihat, kesibukan orang-orang tak seramai seperti hari biasa, kendaraan hanya terlihat satu dua yang lalu lalang di jalanan dan toko-toko tutup.

pukul 9.30 wib kita b3 menuju ke jembatan ampera, ya.... jembatan yang sangat besar dan punya banyak sejarah, di bawahnya terlihat air yang tenang dan berwarna kecoklatan, terlihat lalu lalang berbagai macam perahu, hari itu tak seperti biasa orang-orang berkumpul di pinggiran, sepanduk berkibar di samping kibaran bendera merah putih,pokoknya ramai banget.

pukul 10.30 wib saya menyiapkan senjata ku, tombol-tombol yg ada di senjataku sudah saya siapkan beserta amunisinya, kita bersiap......siap...... sang reporter mulai berjalan menuju tepian pantai menghampiri perahu ketek, pak....... kita ke tengah yac.... kita mau liat, ada apa yac pak......., tukang ketek pun menjawab ; ada balapan perahu dan perahu hias mbak ngeramaiin 17 san. terlihat polisi dan dinas lalu lintas sungai musi berjaga-jaga mengelilinggi sekitar sungai musi, suara sirene pun terdengar keras seakan akan ada pejabat yang lewat.

keramaian lalu lalang perahu di sungai musi hari itu pun berbeda, kita bisa melihat perahu-perahu hias dengan berbagai atribut dan budaya atau adat-adat yang di kenakan oleh para penumpang yang ada di dalam perahu itu, bunyi-bunyian dabn lagu-lagu khas palembang terdengar dari tiap perahu hias.

sang reporter jelajah pun ber ptc ria............... 'sekarang kita sedang berada di sungai musi hari ini.......................' yac ptc pun selesai dan sang kameramen pun mengarahkan senjatanya ke tempat lain, yac suasana pun ramai orang-orang berdiri dan duduk-duduk di pinggiran bahkan ada yang sengaja ingin melihat secara dekat dengan menyewa perahu ketek di sungai musi hanya untuk melihat dan merayakan hari kemerdekaan RI yang ke 61. di lain sisi di depan benteng terlihat para pejabat daerah tengah melakukan penghormatan bendera sang merah putih.

Tuesday, August 08, 2006

berat.......


Berat .....

Kelopak 2 mata perih...
Ke 2 mata ini pedih....
Mata ini terlalu perih... dan pedih.....
Sinar mentari pagi memancarkan cahayanya
Meneranggi seluruh alam semesta

Berat rasanya bola mata ini
Kelopak matanya tertahan oleh gumpalan-gumpalan yang tak terlihat
Lemas tubuh ini...
Raut wajahnya keriput kusam
Rambut hitam berdiri tak beraturan
Baunya tak terhirup oleh pencium bau

Wahai mentari pagi...
Sinarilah diriku ini
Seperti menyinari mahluk yang teleh kau sinari
Yang tumbuh dengan suburnya

Oooooooo mentari pagi
Bangunkanlah diriku ini
Untuk mengapai esai hari ini
Menjadikan kehidupan yang benar-benar hidup.


foto by boy komar

Monday, August 07, 2006

21.00 WIB, SENIN,07082006


foto by boykomar

Suara ocehan sang baby mulai terdengar dari hand phone, mentari pagi mulai merayap pelan-pelan membuka tabir kehidupan, ya....... kehidupan pagi pun di mulai, mata sang manusia pun ikut menerawang ke langit-langit atap rumah baertanda manusia mulai beraktifitas dengan aktifitasnya masing2.

Kicauan burung pun bernyanyi dengan riang gembiranya, angin pagi menghembuskan ke seluruh penjuru sudut dan ruang, si boy mulai bersiap2 utuk berangkat menuju tempat aktifitasnya, matanya masih sayu semalaman si boy kadang melek terang, menemani sang baby yang lucu dan maniz pujaannya. Dengan semangat 45 pun si boy berangkat dengan rasa berat hati, meninggalkan sang baby lucu. Perjalanan di mulai suara mesin2 kreta mulai maraung2 pelan-pelan dan terus-terus berjalan mengikuti panjangnya rel-rel, hawa dingin di dalam ruang lambat laun mulai terasa dingin dan dingin......

keruwetan dan kemacetan mulai terlihat dan terasa, kepenatan pun memenatkan kepala rasa lapar dan lelah bercampur jadi satu kata, roda empat melaju berselok selok melampaui satu mobil, 2 mobil dan terus melaju, lampu merah menyala memberhentikan para pengendara roda empat mapun roda dua, sambil menunggu para pengamen berdendang menghibur ooo...... ini lah kehidupan....., lampu merah berganti dengan hijau bertanda semua jalan keruwetan mulai terlihat kembali semua ingin duluan silakan....... yac begitulah kondisi jalan kota jakarta selalu dengan kemacetan, kepenatan, dan ..... liat saja sendiri dan rasakan bagaimana anda akan merasakannya.

Seperti biasa suasana kantor mulai terasa dingin, keruwetan mulai terlihat kembali, berseliweran hitam.... itu bukan setan melainkan orang2 kantor yang slalu sibuk dengan aktifitasnya masing2, sesuai dengan job nya masing2, ya... begitulah kondisi kantor sekarang kebanyakan orang yang hidup di satu ruangan kecil.

Wednesday, August 02, 2006

urban bandung 2

...................... penjelajahan mulai kembali ketika bunyi dering hp sang reporter kembali berdering...... kring....... krringg......... halo... ya kita ketemuan besok saja sekarang gue mau cari hotel dulu, sambil bercakap-cakap lewat hp, mobil batik berwarna biru pun terus tetap melaju memutari jalan-jalan kota bandung untuk mencari-cari hotel yang di ras cocok untuk kita, dari hotel satu ke hotel lainnya kita masuki yang akhirnya sang reporter cocok dengan hotel yang berad di jln. supratman.

Malam pun telah larut, dan berganti terus berganti......... cahaya siangpun mulai terasa panas dan panas, ya bandung kota kembang yang dulu terasa dingin dan sejuk sekarang menjadi berubah total, sampah dimana-mana, hawa panas mulai menyengat tubuh kita dan proses kendaraan mulai padat dan memacetkan. biru batik pun mulai keluar dari peraduaannya, dimulai dari sang reporter pun mulai mengeluarkan mobile selnya, tanganpun mulai memencet tombol2 dan.... halo ...ya kita ketemuan diman nihhhhhh, ok kita menuju ke sana sekarang kita msh di jalan nihhh....

wah..... kita msh panjang nihhh kita lanjutin besok yeeeee

" Boscha..................."



Perjalanan jelajah kali ini yang k 2 kalinya kita b2 akan membahas tentang peninggalan seorang tokoh yang sangat berarti bagi perkembangan sejarah di negara kita Indonesia, Boscha pria berkebangsaan belanda yang banyak meninggalkan tempat-tempat sejarah yang sangat-sangat menguntungkan baik buat negara maupun masyarakat sekitarnya.

Tepatnya di daerah Pengalengan Jawa Barat, tempatnya tidak jauh dari kota bandung, di tempuh lewat jalan darat ya.... sekitar emapt jaman dehhhhhh....., wuihhhh tempatnya sangat asik dan sangat menarik untuk berlibur maupun untuk bikin suatu liputan, karena di situ byk yang bisa kita ambil baik dari masyarakatnya, yang rata-rata menjadi seorang pemetik teh, maupun dari keindahan alamnya dan yang sangat menarik lagi nyaitu tempat di mana seorang pengagasan dan tokoh yang sangat berjasa dalam perkembangan teknologi dan penbdidikan di indonesia nyaitu rumah , pabrik, dan makam serta tempat2 yang bersejarah lainnya, ya siapa lagi kalau bukan orang belanda itu "Boscha"

Perkebunan malabar merupakan peninggalan dari masa penjajahan Hindia Belanda. Perkebunan ini di dirikan pada tahun 1896 oleh karl Adolf Rodolf Boscha, seorang warga negara Belanda sebagai utusan dari firma John Peet & Co. Mereka membuka hutan di daerah malabar, selanjutnya membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Cilaki A dan B yang berkekuatan 750 KW dan PLTA Citamaga untuk penerangan perumahan.

KAR Boscha merupakan pemimpin perkebunan Malabar yanag pertama dari tahun 1896 hingga 1928, setelah beliau wafat kepemimpinan di gantikan oleh ir.RA Kerkhoven (1928-1934) dan kemudian di gantikan oleh Ermeling (1934-1942). Periode ini di namakan dengan masa pemerintahan Belanda I, dimana perkebunan Malabar sepenuhnya berada dalam kekuasaan Belanda. ini berarti seluruh hasil bumi dari perkebunan Malabar pada waktu itu masuk ke dalam kas Belanda.

" Boscha..................."



Perjalanan jelajah kali ini yang k 2 kalinya kita b2 akan membahas tentang peninggalan seorang tokoh yang sangat berarti bagi perkembangan sejarah di negara kita Indonesia, Boscha pria berkebangsaan belanda yang banyak meninggalkan tempat-tempat sejarah yang sangat-sangat menguntungkan baik buat negara maupun masyarakat sekitarnya.

Tepatnya di daerah Pengalengan Jawa Barat, tempatnya tidak jauh dari kota bandung, di tempuh lewat jalan darat ya.... sekitar emapt jaman dehhhhhh....., wuihhhh tempatnya sangat asik dan sangat menarik untuk berlibur maupun untuk bikin suatu liputan, karena di situ byk yang bisa kita ambil baik dari masyarakatnya, yang rata-rata menjadi seorang pemetik teh, maupun dari keindahan alamnya dan yang sangat menarik lagi nyaitu tempat di mana seorang pengagasan dan tokoh yang sangat berjasa dalam perkembangan teknologi dan penbdidikan di indonesia nyaitu rumah , pabrik, dan makam serta tempat2 yang bersejarah lainnya, ya siapa lagi kalau bukan orang belanda itu "Boscha"

Perkebunan malabar merupakan peninggalan dari masa penjajahan Hindia Belanda. Perkebunan ini di dirikan pada tahun 1896 oleh karl Adolf Rodolf Boscha, seorang warga negara Belanda sebagai utusan dari firma John Peet & Co. Mereka membuka hutan di daerah malabar, selanjutnya membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Cilaki A dan B yang berkekuatan 750 KW dan PLTA Citamaga untuk penerangan perumahan.

KAR Boscha merupakan pemimpin perkebunan Malabar yanag pertama dari tahun 1896 hingga 1928, setelah beliau wafat kepemimpinan di gantikan oleh ir.RA Kerkhoven (1928-1934) dan kemudian di gantikan oleh Ermeling (1934-1942). Periode ini di namakan dengan masa pemerintahan Belanda I, dimana perkebunan Malabar sepenuhnya berada dalam kekuasaan Belanda. ini berarti seluruh hasil bumi dari perkebunan Malabar pada waktu itu masuk ke dalam kas Belanda.