


kampung keramba di daerah bontang, kalimantan timurmotretnya pakai kamera canon ixus 400 i
@foto by boy komar 2005


foto by boykomar
Suara ocehan sang baby mulai terdengar dari hand phone, mentari pagi mulai merayap pelan-pelan membuka tabir kehidupan, ya....... kehidupan pagi pun di mulai, mata sang manusia pun ikut menerawang ke langit-langit atap rumah baertanda manusia mulai beraktifitas dengan aktifitasnya masing2.
Kicauan burung pun bernyanyi dengan riang gembiranya, angin pagi menghembuskan ke seluruh penjuru sudut dan ruang, si boy mulai bersiap2 utuk berangkat menuju tempat aktifitasnya, matanya masih sayu semalaman si boy kadang melek terang, menemani sang baby yang lucu dan maniz pujaannya. Dengan semangat 45 pun si boy berangkat dengan rasa berat hati, meninggalkan sang baby lucu. Perjalanan di mulai suara mesin2 kreta mulai maraung2 pelan-pelan dan terus-terus berjalan mengikuti panjangnya rel-rel, hawa dingin di dalam ruang lambat laun mulai terasa dingin dan dingin......
keruwetan dan kemacetan mulai terlihat dan terasa, kepenatan pun memenatkan kepala rasa lapar dan lelah bercampur jadi satu kata, roda empat melaju berselok selok melampaui satu mobil, 2 mobil dan terus melaju, lampu merah menyala memberhentikan para pengendara roda empat mapun roda dua, sambil menunggu para pengamen berdendang menghibur ooo...... ini lah kehidupan....., lampu merah berganti dengan hijau bertanda semua jalan keruwetan mulai terlihat kembali semua ingin duluan silakan....... yac begitulah kondisi jalan kota jakarta selalu dengan kemacetan, kepenatan, dan ..... liat saja sendiri dan rasakan bagaimana anda akan merasakannya.
Seperti biasa suasana kantor mulai terasa dingin, keruwetan mulai terlihat kembali, berseliweran hitam.... itu bukan setan melainkan orang2 kantor yang slalu sibuk dengan aktifitasnya masing2, sesuai dengan job nya masing2, ya... begitulah kondisi kantor sekarang kebanyakan orang yang hidup di satu ruangan kecil.

Perjalanan jelajah kali ini yang k 2 kalinya kita b2 akan membahas tentang peninggalan seorang tokoh yang sangat berarti bagi perkembangan sejarah di negara kita Indonesia, Boscha pria berkebangsaan belanda yang banyak meninggalkan tempat-tempat sejarah yang sangat-sangat menguntungkan baik buat negara maupun masyarakat sekitarnya.
Tepatnya di daerah Pengalengan Jawa Barat, tempatnya tidak jauh dari kota bandung, di tempuh lewat jalan darat ya.... sekitar emapt jaman dehhhhhh....., wuihhhh tempatnya sangat asik dan sangat menarik untuk berlibur maupun untuk bikin suatu liputan, karena di situ byk yang bisa kita ambil baik dari masyarakatnya, yang rata-rata menjadi seorang pemetik teh, maupun dari keindahan alamnya dan yang sangat menarik lagi nyaitu tempat di mana seorang pengagasan dan tokoh yang sangat berjasa dalam perkembangan teknologi dan penbdidikan di indonesia nyaitu rumah , pabrik, dan makam serta tempat2 yang bersejarah lainnya, ya siapa lagi kalau bukan orang belanda itu "Boscha"
Perkebunan malabar merupakan peninggalan dari masa penjajahan Hindia Belanda. Perkebunan ini di dirikan pada tahun 1896 oleh karl Adolf Rodolf Boscha, seorang warga negara Belanda sebagai utusan dari firma John Peet & Co. Mereka membuka hutan di daerah malabar, selanjutnya membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Cilaki A dan B yang berkekuatan 750 KW dan PLTA Citamaga untuk penerangan perumahan.
KAR Boscha merupakan pemimpin perkebunan Malabar yanag pertama dari tahun 1896 hingga 1928, setelah beliau wafat kepemimpinan di gantikan oleh ir.RA Kerkhoven (1928-1934) dan kemudian di gantikan oleh Ermeling (1934-1942). Periode ini di namakan dengan masa pemerintahan Belanda I, dimana perkebunan Malabar sepenuhnya berada dalam kekuasaan Belanda. ini berarti seluruh hasil bumi dari perkebunan Malabar pada waktu itu masuk ke dalam kas Belanda.

Perjalanan jelajah kali ini yang k 2 kalinya kita b2 akan membahas tentang peninggalan seorang tokoh yang sangat berarti bagi perkembangan sejarah di negara kita Indonesia, Boscha pria berkebangsaan belanda yang banyak meninggalkan tempat-tempat sejarah yang sangat-sangat menguntungkan baik buat negara maupun masyarakat sekitarnya.
Tepatnya di daerah Pengalengan Jawa Barat, tempatnya tidak jauh dari kota bandung, di tempuh lewat jalan darat ya.... sekitar emapt jaman dehhhhhh....., wuihhhh tempatnya sangat asik dan sangat menarik untuk berlibur maupun untuk bikin suatu liputan, karena di situ byk yang bisa kita ambil baik dari masyarakatnya, yang rata-rata menjadi seorang pemetik teh, maupun dari keindahan alamnya dan yang sangat menarik lagi nyaitu tempat di mana seorang pengagasan dan tokoh yang sangat berjasa dalam perkembangan teknologi dan penbdidikan di indonesia nyaitu rumah , pabrik, dan makam serta tempat2 yang bersejarah lainnya, ya siapa lagi kalau bukan orang belanda itu "Boscha"
Perkebunan malabar merupakan peninggalan dari masa penjajahan Hindia Belanda. Perkebunan ini di dirikan pada tahun 1896 oleh karl Adolf Rodolf Boscha, seorang warga negara Belanda sebagai utusan dari firma John Peet & Co. Mereka membuka hutan di daerah malabar, selanjutnya membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Cilaki A dan B yang berkekuatan 750 KW dan PLTA Citamaga untuk penerangan perumahan.
KAR Boscha merupakan pemimpin perkebunan Malabar yanag pertama dari tahun 1896 hingga 1928, setelah beliau wafat kepemimpinan di gantikan oleh ir.RA Kerkhoven (1928-1934) dan kemudian di gantikan oleh Ermeling (1934-1942). Periode ini di namakan dengan masa pemerintahan Belanda I, dimana perkebunan Malabar sepenuhnya berada dalam kekuasaan Belanda. ini berarti seluruh hasil bumi dari perkebunan Malabar pada waktu itu masuk ke dalam kas Belanda.