
Perjalanan jelajah kali ini yang k 2 kalinya kita b2 akan membahas tentang peninggalan seorang tokoh yang sangat berarti bagi perkembangan sejarah di negara kita Indonesia, Boscha pria berkebangsaan belanda yang banyak meninggalkan tempat-tempat sejarah yang sangat-sangat menguntungkan baik buat negara maupun masyarakat sekitarnya.
Tepatnya di daerah Pengalengan Jawa Barat, tempatnya tidak jauh dari kota bandung, di tempuh lewat jalan darat ya.... sekitar emapt jaman dehhhhhh....., wuihhhh tempatnya sangat asik dan sangat menarik untuk berlibur maupun untuk bikin suatu liputan, karena di situ byk yang bisa kita ambil baik dari masyarakatnya, yang rata-rata menjadi seorang pemetik teh, maupun dari keindahan alamnya dan yang sangat menarik lagi nyaitu tempat di mana seorang pengagasan dan tokoh yang sangat berjasa dalam perkembangan teknologi dan penbdidikan di indonesia nyaitu rumah , pabrik, dan makam serta tempat2 yang bersejarah lainnya, ya siapa lagi kalau bukan orang belanda itu "Boscha"
Perkebunan malabar merupakan peninggalan dari masa penjajahan Hindia Belanda. Perkebunan ini di dirikan pada tahun 1896 oleh karl Adolf Rodolf Boscha, seorang warga negara Belanda sebagai utusan dari firma John Peet & Co. Mereka membuka hutan di daerah malabar, selanjutnya membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Cilaki A dan B yang berkekuatan 750 KW dan PLTA Citamaga untuk penerangan perumahan.
KAR Boscha merupakan pemimpin perkebunan Malabar yanag pertama dari tahun 1896 hingga 1928, setelah beliau wafat kepemimpinan di gantikan oleh ir.RA Kerkhoven (1928-1934) dan kemudian di gantikan oleh Ermeling (1934-1942). Periode ini di namakan dengan masa pemerintahan Belanda I, dimana perkebunan Malabar sepenuhnya berada dalam kekuasaan Belanda. ini berarti seluruh hasil bumi dari perkebunan Malabar pada waktu itu masuk ke dalam kas Belanda.
No comments:
Post a Comment