Wednesday, September 13, 2006

suara hatiku



PUISI CINTA SUARA HATI

Kadang-kadang...aku terdengarsatu jeritan suara yang amat bergemuruhbegitu kuat sekalibergema didalam lubuk hati inimeminta satu kepastian dan jawapantentang erti semuanya ini!

kadang-kadang pula...aku seperti terasa saolah-olahsegala-galanya senyap dan sunyibegitu hening sekalidan begitu sepitiada bunyi suaratiada honartiada bisikan..tiada soalantiada satu suara pun yang mahukan jawapan.


Dan ketika waktu itulahDatang satu desakan yang amat kuatMenolak dan memaksa diri ku iniBangun mencari arti nuraniDan hakikat PUISI CINTA

Renungan


Sepucuk surat dari seorang ayah.
Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya
hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat
seorang ayah kepada anaknya yang sesungguhnya bukan
miliknya, melainkan milik Tuhannya.Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia.
Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum
hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia
didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah
terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun
kutemui.Nak, menjadi ayah itu mulia.Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah
betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog
seorang ayah dengan anak-anaknya.Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu
berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna
keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu.Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa
terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaanberhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk
engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai
bukti,bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh
apapun jua.Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah
mampu berkata:"TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya.Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu.Engkau adalah milik Tuhan.Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena
pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari
siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi,kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata
dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu
mencerahkanku.Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah
mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya.Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan
pemilikmu.Melakukan segala sesuatu karena Nya,bukan karena kaudan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.Inilah usaha terberatku Nak, karena artinyaaku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat
dengan Tuhan.Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginanTuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu
sulit.Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan
lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kitasatu sama lain.Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang
sebenarnya.Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh
berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan
berhenti, Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kalimemeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampirputus asa.Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusiadikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarakkuamat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia.Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan.Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semuatitipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya.Dari ayah yang senantiasa merindukanmu

Saturday, September 09, 2006

Renungan

foto by boy komar 2006


SEBUAH TITIPAN

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa :
sesungguhnya ini hanya titipan,
Semua miliku hanya titipan Allah
Rumah yangaku tinggali hanya titipan Nya,
Hartaku hanya titipan Nya,
Putriku hanya titipan Nya,


tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,mengapa
Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
kuminta apa yang cocok dalam hidupku,
kuminta kesehatan keluargaku,
kuminta diberi kemudahan dalam mengahadapi segala cobaan dan rintangan
semuanya aku tetap berdoa
untuk keselamatan keluargaku

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
perhitungan matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku

Gusti............,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
hanya Dialah yang Maha Agung dan Maha Besar
Semuanya Kuasa Nya
Amin...........

Friday, September 08, 2006

Sajakku

foto by boy komar 2006

Seperti Bunga

kaulah akar dan ranting pohon
akulah bunga yang tumbuh di atasmu
menghias dirimu hingga kau tampak cerah
corak warnaku adalah kebanggaanmu
hidupku adalah separuh nyawamu
saat kau mati akupun layu
tapi saat kau hidup aku bercahaya
meski aku telah dipetik sejuta kali
aku akan tumbuh dua juta kali bagi
mutak akan ada makhluk yang dapat memisahkan aku dari mu
mereka tak akan dapat membuatku tumbuh dari tanah
meski sejuta abad mereka berusahaaku tetap mati terkulai tanpa dirimu
aku sangat bersyukur karena aku telah mati
sebab tanpa dirimu....aku kesepian

Hari k 2 di Lumajang



Melewati pedesaan, sawah dan pegunungan kita mengitari, langkah demi langkah kita menjelajahi dengan semangat 45, dengan langkah yang mantap, perjalanan kita kali ini bertepi di kota lumajang jawa timur.

Karena menahan lapar kita b 3 rasanya ingin mencicipi makanan khas lumajang, tapi perut yang saya rasakan mulai berbunyi dan tak kuasa menahan lapar, akhirnya kita singgah di tempat makan di tengah sawah berbentuk rumah panggung, ada apa di sana yaccccc.

Ternyata ketika kita mulai di sodorkan menu euihhh biasa sama saja tapi euittt ada tempe penyet oooo itu kesukaan saya, saya langsung pesen enak kayanya nihhhhhh.

menunggu makanan tiba, saya tetap tak pernah meninggalkan senjata saya, di lain sisi sang reporter dengan asiknya tengah memberi makan ikan yang ada di bawah tempat kita duduk. Saya ambil gambar sang reporter memberi makan ikan, terus....terus... jangan berhenti dulu saya ambil gambar tangan dulu yach.

Waaaah......... sang reporter berteriak...., Asik makanan sudah datang, saatnya makan dan..... euit... ntar dulu jangan makan dulu, saya ambil gambar pas kamu lagi nerima makanan dari mbaknya kataku.....
sang reporter dengan lahapnya makan, saya jadi lapar euiyyy, iya mas makan dulu sini....., saya pun beranjak dari tempat ambil gambarnya menuju ketempat sang reporter, makan dulu........ah

Makan sudah selesai...... sekarang kita menuju ketempat pembuatan keripik jahe oleh-oleh khas lumajang

Membuat kripik jahe....
bahan-bahannya antara lain :
- yang pasti jahe
- kelapa
- jinten
- dan gula pasir
yang harus di siapin :
- kompor
- kuali wajan+pengorengannya
- pisau
- gunting
dan tempat kripiknya he.....he......

Cara membuatnya:

MUDAH NAMUN BUTUH KECEPATAN DAN KETEPATAN TANGAN. TAPI SEBELUM LIHAT SEMUANYA, SAYA AKAN AJAK MELIHAT DAPUR ATAU BAHAN LAINNYA YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMBUAT KRIPIK JAHE.

JAHE DAN KELAPA DIKUPAS HINGGA KULITNYA BERSIH, KEMUDIAN DICUCI DENGAN AIR, LALU DIPARUT HINGGA HALUS. KEDUA BAHAN TERSEBUT DISATUKAN LALU KEMUDIAN DISANGRAI HINGGA KERING. OH YA, DAN TAK LUPA UNTUK MENAMBAH KELEZATAN KRIPIK JAHE, DITAMBAH PULA WIJEN YANG DISANGRAI. NAH ADONAN SUDAH SIAP KITA MULAI PEMBUATAN KRIPIK JAHE.

TERNYATA UNTUK MEMBUAT KRIPIK JAHE, BAHAN-BAHAN TADI DIMASUKAN KEDALAM GULA YANG SUDAH DICAIRKAN DAN DIADUK DENGAN RATA, SETELAH ITU ALAT PENGGILING DISIAPKAN UNTUK MERATAKAN BAHAN.

DIPOTONG PERLAHAN DENGAN GUNTING, NAH KITA MEMASUKI TAHAP YANG MEMBUTUHKAN KECEPATAN TANGAN.

SAYA PENASARAN RASANYA, KARENA DARI BAUNYA SAJA , JAHE YANG TERCIUM SUDAH SANGAT MENGGODA.

BUAH TANGAN SUDAH KUDAPAT. INILAH KRIPIK JAHE KHAS LUMAJANG.

Kalau mau coba ambil saja di lemari jelajah, enak lohhh terasa jahenyaaaa