foto by boy komar 2006
SEBUAH TITIPAN
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa :
sesungguhnya ini hanya titipan,
Semua miliku hanya titipan Allah
Rumah yangaku tinggali hanya titipan Nya,
Hartaku hanya titipan Nya,
Putriku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,mengapa
Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
kuminta apa yang cocok dalam hidupku,
kuminta kesehatan keluargaku,
kuminta diberi kemudahan dalam mengahadapi segala cobaan dan rintangan
semuanya aku tetap berdoa
untuk keselamatan keluargaku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
perhitungan matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku
Gusti............,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
hanya Dialah yang Maha Agung dan Maha Besar
Semuanya Kuasa Nya
Amin...........
No comments:
Post a Comment